![]() |
| Kelompok 48 KKNT MBKM UNISRI 2021 |
Klaten-Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten memiliki 2 jenis kelompok UKM, yaitu UKM sebagai penghasil kain tenun lurik tradisional dan UKM penghasil handycraft atau konveksi. Salah satunya adalah UKM Lawe Jowo yang didirikan oleh Bapak Joko Triyanto pada tahun 2008. UKM Lawe Jowo di desa Mlese sendiri masih sangat awam dengan penggunaan e-commerce serta sosial media untuk penjualan produk kain tenun lurik yang dihasilkan. Sebelum pandemi mereka bisa memproduksi 150 meter kain tenun per tiga minggu, tetapi setelah pandemi ini turun 60% menjadi 80 meter per tiga minggunya. Hal ini disebabkan karena turunnya permintaan dan daya beli konsumen terhadap produk kain tenun lurik ini karena mereka hanya memasarkan produk kain tenun lurik melalui pasar tradisional dan kurang memperkuat branding produk yang dimiliki sehingga masyarakat kurang mengenal produk kain tenun lurik Lawe Jowo di desa Mlese, padahal kain lurik yang di produksi oleh UKM Lawe Jowo ini memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang standar mulai dari Rp. 35.000 sampai Rp. 40.000 / meternya.
Dengan adanya permasalah tersebut maka kami mahasiswa KKNT MBKM kelompok 48 dengan DPL Dr. Aris Edy Sarwono, M.Si. Ak melakukan program kerja monitoring dalam proses produksi kain tenun lurik, melakukan pelatihan tentang pentingnya branding, tidak hanya itu kami juga melakukan pelatihan dibidang pemasaran melalui e-commerce dan sosial media . Kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa tentang kain lurik, serta bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pada UKM tenun lurik, memperluas target pasar dengan melakukan promosi melalui media sosial untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa UKM Lawe Jowo mampu menghasilkan produk kain tenun lurik yang selalu konsisten terhadap kualitasnya.
Pada pelaksanaan kegiatan ini mahasiswa diterima secara baik oleh pihak UKM dalam pengenalan proses produksi kain tenun lurik. Setelah mengetahui proses produksi dari kain tenun lurik mahasiswa melakukan pelatihan penguatan branding dan pemasaran produk melalui media sosial dan platform e-commerce untuk meningkatkan pendapatan dari UKM tenun lurik tersebut.
Selain kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya, mahasiswa juga melakukan kegiatan tambahan berupa kegiatan sosial yaitu pemberian logistik dan vitamin kepada pihak UKM dan mitra yang sedang melakukan isoman di Desa Mlese.
